"Tidak ada pembenaran dari penggunaan aksi pembunuhan sebagai alat politik. AS akan berdiri bersama Pemerintah Lebanon untuk membawa siapa pun yang bertanggungjawab atas serangan barbar ini," tegas Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Tommy Vietor, yang mewakili Presiden Barack Obama, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (20/10/2012).
Pihak Gedung Putih turut menyatakan belasungkawanya atas mereka yang tewas dan terluka dalam kejadian ini. Menurut Vietor, keamanan dan stabilitas Lebanon adalah vital bagi warga Lebanon dan negara tetangganya di wilayah Timur Tengah.
Clinton juga turut mengkhawatirkan kondisi Lebanon saat ini usai pengeboman yang menewaskan Kepala Intelijen Lebanon Brigadir Jenderal wissam al-Hassan. Menurutnya kematian Wissam Al-Hassan menjadi sebuah pertanda buruk bagi negara tetangga Suriah itu.
Ledakan yang menewaskan delapan orang termasuk Al-Hassan dan melukai 78 orang itu, masih terus diselidiki oleh pihak berwenang Lebanon. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab, meskipun sebagian besar warga Lebanon meyakini bahwa insiden ini adalah ulah dari Suriah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar