Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Langkah Mengatasi "Job Burnout"


Awalnya Anda merasa senang bekerja di tempat kerja sekarang. Namun, entah mengapa, lama-kelamaan kerjaan makin banyak, Anda pun sulit bergerak bebas. Menurut Donna Turner, praktisi sumber daya manusia Experd, bisa jadi hal tersebut adalah kondisi yang dinamakanjob burnoutyakni kepenatan fisik, keletihan emosi, penurunan motivasi, sebagai akibat dari stres atau frustrasi berkepanjangan yang dirasakan seseorang.
Beberapa alternatif solusi yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Konseling karier dan perencanaan karier
Bila sesungguhnya Anda masih menyenangi pekerjaan, sebaiknya lakukan konseling karier. Evaluasi kembali apa goal pekerjaan Anda. Kaji apakah sudah tercapai, atau sudah melebihi target, atau justru masih jauh. 

Diskusikan perencanaan karier Anda dengan atasan. Letih dan jenuh bisa saja mereda begitu Anda mendapat gambaran arah karier ke depan. Pertimbangkan kemungkinan mutasi ke bagian lain, yang lebih membutuhkan kapabilitas Anda, sehingga menjadi tantangan baru. Kejenuhan bisa juga disebabkan Anda sudahoverqualified di posisi saat ini.

Perlukan Anda mempelajari skills dan knowledge baru? Anda bisa juga mengajukan diri untuk diikutkan dalamworkshop/seminar/training relevan dengan yang Anda perlukan.

5 Tanda Diskriminasi Jender di Kantor


Diskriminasi jender mungkin suatu istilah yang kerap Anda dengar, tetapi sadarkah Anda bahwa praktik diskriminasi jender masih kerap terjadi di dunia kerja saat ini? Tidak diberi jabatan yang layak meskipun Anda mampu, atau digaji lebih rendah daripada karyawan pria dengan posisi yang sama, adalah contoh yang paling jelas. Namun, tipe diskriminasi ini juga bisa terjadi dalam situasi yang lebih tersamar. Anda perlu waspada dengan praktik terselubung ini. Hal itu bukan saja tidak bisa diterima, tetapi juga bisa menjadi kecenderungan akan terjadinya tindakan yang lebih terang-terangan.

Seperti apa situasi yang diskriminatif secara jender di tempat kerja?  Simak contoh-contohnya.

1. Pertanyaan standar tentang anak. Pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara saat interview kerja bisa menunjukkan diskriminasi jender ini. Misalnya, "Apakah Anda mempunyai anak, atau berencana mempunyai anak? Apakah Anda harus berada di rumah pada waktu-waktu tertentu?" Pertanyaan semacam ini selalu ditanyakan, seolah sudah menjadi pertanyaan standar yang wajib ditanyakan. Banyak pewawancara memberikan pertanyaan tersebut dengan pertimbangan bahwa si pelamar tidak akan mampu bekerja total bila harus membagi waktunya dengan keluarga dan anak-anak. Dan, bukan hanya pria yang bisa melontarkan pertanyaan diskriminatif tersebut; wanita pun bisa menanyakannya. Bisa jadi, mereka tidak menyadari bahwa pertanyaan tersebut bersifat diskriminatif. 

Agar Selalu Bersemangat Setiap Senin


Tak perlu resah setiap kali Senin datang, atasi dengan sejumlah cara.
KOMPAS.com - Pada Minggu petang, rasa enggan menyambut Senin pagi mulai datang. Rutinitas, kemacetan, dan deadline kembali membayangi karyawan setelah selesai libur akhir pekan. Beban berat seperti ini takkan muncul jika Anda punya "obat" mujarab.

Ada beragam cara yang bisa membangkitkan gairah beraktivitas pada hari Senin. Di antaranya dengan membayangkan hal menarik yang ada di kantor, bertemu rekan kerja misalnya. Bertemu rekan kerja dapat dijadikan ajang berbagi cerita, hal inilah yang membuat suasana kerja lebih hidup.

Rabu, 02 Januari 2013

Ditemukan Cara Baru Memerangi Gigi Sensitif


KOMPAS.com - Apakah memasukkan sesendok es krim atau menyeruput kopi membuat Anda meringis? Jika ya, Anda mungkin memiliki gigi sensitif. Gigi sensitif memang masalah yang diderita oleh sebagian besar orang, diperkirakan 3 dari 4 orang menderita gigi sensitif. 

Gigi sensitif menyebabkan gigi telalu peka dengan sensasi panas, dingin, minuman atau makanan manis dan asam. Meskipun kasusnya banyak terjadi, namun belum ada obat untuk masalah gigi ini. Sejauh ini, pasta gigi khusus gigi sensitif dan beberapa permen hisap tanpa gula banyak digunakan dapat meringankan gejalanya. 

Namun para peneliti di University of Hong Kong dan Anhui Medical University di Cina melalui sebuah studi barunya yang dimuat dalam jurnal ACS Applied Materials and Interfaces, telah menemukan cara untuk menyembuhkan gigi sensitif dengan metode alami.